Rss Feed
  1. Kenapa Saya Ikut Gemari

    Minggu, 04 Oktober 2020

     Assalamualaikum wr wb.

    Gemari alias gemar rapi. Dengar kata gemar rapi apa yang ada dalam pikiranmu teman? Asli asyik ya, bikin joy gitu, kalau apa yang kita lihat rapi , enak dipandang.

    Saya cenderung orang yang tidak rapian. Berbeda dengan suami yang suka rapi, he... Tapi meski begitu, beliau tidak komplain kalau saat pulang kerja rumah dalam keadaan yang tidak sesuai yang diinginkan. Menerima banget kekurangan kelebihan istri. Tapi ada sebalnya juga, beliau sebal kalau lihat istrinya bingung saat cari barang. Tahu hubungannya kan teman? orang yang nggak suka rapi jadi suka bingung cari barang? Hihihi...

    Saya juga sebal dengan diri saya sendiri, kekurangan saya itu jadi buat banyak kerugian. Rugi waktu, pikiran dan lain-lain. Untuk itu  sedikit-dari sedikit mulai belajar rapi-rapi.

    Usaha saya ini tidak kaleng-kaleng, lho. Beneran saya belajar tentang ilmu rapi-rapi yang terkenal dari Jepang, lewat buku KonMarie, Marie Kondo. Dan mulai terlihat lebih baik. Baju-baju sudah saya set sesuai yang saya pelajari. Barang-barang juga mulai tertata meski belum begitu sempurna sesuai yang saya inginkan.

    Tapi, sayang kalau hidup rapi ini hanya muncul saat mood baik. Saat bad mood, OMG jadi kembali lagi. Jadi berpikir gitu, gimana caranya biar saya jadi konsisten rapi-rapi.

    Lalu terlintas pikiran bagaimana kalau saya ikut kursus online  rapi-rapi saja? Saya coba googling tentang ini. Dan Alhamdulillah muncullah banyak testi peserta Gemari. Fix, saya tekadkan menyisihkan uang buat ikut kursus ini. Bismillah, semoga ke depan sayabisa konsisten, menata diri, menata keluarga biar lebih joy dalam segala hal.


     Oiya selain ibu rumah tangga saya juga mengajar di salah satu SMK di kota saya. Saat pandemic dan harus SFH kalau dipikir ada banyak waktu untuk menata-nata. Nyatanya lebih semrawut. SFH membuat saya harus fokus buat konten belajar, juga mengajar anak di rumah. Ibaratnya kalau biasanya habis mengajar di rumah bisa istirahat, kalau ini tidak. Selain membuat bahan ajar online, saya juga harus 24 jam melayani chatt anak didik, mengecek siswa yang jarang aktif juga tugas-tugas mereka yang tidak berkesudahan. Tapi sekali lagi kita niatkan ini sebagai bentuk tanggung jawab juga ibadah biar apa yang saya lakukan berkah, aamiin...



  2.  

    All right students, hari ini kita akan belajar tentang obligation / keharusan.

    Apa itu?

    Untuk lebih memahaminya perhatikan dialog berikut ini terutama kata/frase yang dicetak tebal.

    Ana: What can I do for you today?
    Banu: I would like to use a computer.
    Ana: Do you have your library card?
    Banu: I sure do.
    Ana: There is a wait for the computers.
    Banu: That's all right.
    Ana: You need to print your name on this list.
    Banu: Okay. Now what?
    Ana: Once a computer is available, You must follow the direction in the computer.
    Banu: How am I supposed to log on to the computer?
    Ana: All you do is type in the number on the back of your card.
    Banu: That's it? Thank you very much.

    Yang tercetak tebal ada kata need to, must dan (am) supposed to. Tahukah kamu arti kata tersebut? Yups, benar. Need to berarti kamu harus, Must berarti harus dan supposed to berarti diminta/diharapkan/diharuskan.

    Penggunaan ketiga kata/frase tersebut bertujuan pada satu hal yakni untuk mengungkapkan tentang keharusan / Obligation.

    Kata/frase yang mengekspresikan obligation (keharusan) dan necessary (keperluan).

    1.        Menggunakan Modal Auxiliaries: Must, Have to, Ought to, Should, supposed to , Need to

    Have to sama seperti must, artinya harus. Ini menerangkan bahwa itu sebuah tanggung jawab dan  kamu tidak memiliki pilihan.

    Supposed to berarti obligation (kewajiban). Ini merupakan sesuatu yang seharusnya anda lakukan, atau sesuatu yang orang lain harapkan agar anda melakukannya. Jangan lupa untuk menggunakan kata kerja be di depan supposed to.

    Ought to berarti suggestion (saran). Anda seharusnya melakukannya, namun anda tidak mesti harus melakukannya.

    Need to berarti harus. Ini dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang penting dilakukan untuk diri kita.

    Contoh Kalimat:

    You must obey your parents. (Artinya: Kamu harus mematuhi kedua orang tuamu)

    Every Muslim must pray five times a day.(Artinya: Setiap umat Islam harus sholat lima kali sehari)

    I have to go now. (Artinya: Saya harus pergi sekarang)

    I ought to wake up early.(Artinya: Saya harus bangun pagi)

    CATATAN:

    1.       Kata "must" memiliki arti yang sangat kuat (strong). Penggunaan kata "must" ini memiliki makna lebih cenderung pada suatu keharusan yang sudah menjadi kewajiban untuk dilakukan.

    2.       Ingat dalam penggunaannya Auxiliaries Must, Have to, Ought to, Should, supposed to , Need to selalu diikuti V1

    3.       (Tobe)Supposed to dalam penggunaannya sebelumnya harus diikuti tobe (is/am/are/was/were)