-
Cause and Effect Relationship in the Text
Rabu, 22 Juli 2020
Reading ComprehensionPay attention to the text below and answer the exercises!People around the world has known bicycle since a long time ago. When bicycle invented for the first time, it has function as transportation equipment, people used it to go everywhere, but now bicycle can be used as exercises equipment, or just for hobby. When people ride a bicycle, accident can happened . This bicycle accident can be caused by the broken equipment, weather condition, or the biker’s carelessness. The failure of the equipment can be one of the cause of the bicycle accident. For example, if the brake of the bicycle do not work well, it can be problem for a biker, because without a brake, bicycle can not controlled well too, especially when a biker rides in steep descent, or if a biker wants to hit something. There are many another equipment of the bicycle can be the root of the problems in a bike, such as handlebar, tire, etc. The equipment also cannot work proper if it or they have been out of their work time, too old. The bikers should take care and give attention to the bike’s equipment to keep away the accident from them when they ride their bike. Therefore it is important for the biker to check everything before they ride their bicycle. This is can be the best way for the biker to avoid the accident caused by the failure of the bike’s equipment. The safety of riding bicycle can create by the biker itself. Weather condition can be another cause of the bicycle accident, such as in the rainy and windy situation. In the rainy situation, the water may impair the brakes and obstruct the brakes. Besides of it, in the rainy weather, a biker also has difficulties in controlling the bike because of the wet road they through. In windy weather I think it is impossible to handle the bicycle as good as in the good weather, because it may cause the bicycle unsteady. The bikers should pay attention in weather if they want to ride for exercise or just riding around a place. They should not ride after the big rain or when the wind flow fast around the bikers. The last cause of the bicycle accident is the carelessness of the biker. If the reason above is include to non-human factor, this is the human factor that can cause bike accident. This is the most happen to the bikers when they ride. Sometimes they do that by their awareness or they do that just because it is a habit. Sometimes the bikers do not care about the traffic signs. They stop in the place where they should not stop. This carelessness is the number one of the cause of bicycle accident in riding bike. To avoid the accident which caused by this factor, the bikers should give attention more in traffic sign and focused well when they ride a bike. (https://www.sekolahbahasainggris.co.id) READING COMPREHENSION 1. What does the text tell us about? 2. What is the main idea of the second paragraph? 3. ” For example, if the brake of the bicycle do not work well, it can be problem for a biker, because without a brake, bicycle can not controlled well too, especially when a biker rides in steep descent, or if a biker wants to hit something.” (Second paragraph). Can you find the cause and effect of something shown in the statement? Please explain it. ENRICHING VOCABULARIES Find the meaning and synonym of the following words: a. Invented b. caused by c. equipment d. The failure e. brake f. in steep descent, g. handlebar, h. tire,. i. Weather j. rainy k. windy l. obstruct m. carelessness n. awarenessPosted by dunia smk on Juli 22, 2020 | 0 komentar |
|
-
Posted by dunia smk on Juli 22, 2020 | 0 komentar |
|
-
Pengertian dan Contoh Kalimat Cause and Effect atau Kalimat Kausalitas Kalimat cause and effect biasa juga disebut dengan kalimat sebab-akibat. Kalimat ini dibangun dengan melibatkan tindakan yang membuat sesuatu terjadi dan hasil dari tindakan tersebut. Paling gampang ditandai dengan kata hubung misalnya: because, for, since, when, dan as (semuanya artinya karena) Contoh 1 The world faces COVID Pandemic so the students follow online learning at home (Dunia menghadapi pandemic jadi para siswa belajar online di rumah) Cause : The world faces COVID Pandemic Effect : he students follow online learning at home Conjunction : so Contoh 2 The journey was quite quick because the road was clear. (perjalanan cukup cepat karena jalanan bersih dari hambatan ) Cause : the road was clear. Effect : the journey was quite quick Conjunction : because Contoh 3 As it is raining again, I will have to stay at home. (karena hujan sedang turun lagi, saya akan tinggal di rumah) Cause : it is raining again. Effect : I will have to stay at home. Conjunction : as Kalimat Sebab-akibat dalam Bahasa Inggris Kita biasanya dapat dengan mudah mengidentifikasi kalimat yang mengandung hubungan sebab-akibat bila dalam kalimat tersebut terdapat kata atau frasa seperti: Due to Because of Owing to Thanks to As a consequence of As a result of Because Since As For etc. Untuk mengekspresikan cause dan effect dalam bahasa inggris, kalimat atau frasa di atas biasanya akan diikuti dengan kata benda (noun) atau kata kerja (verb). Kalimat sebab-akibat yang diikuti oleh noun Kata sebab akibat yang diikuti dengan noun atau noun phrase biasanya menggunakan kata atau frasa (signal word/phase) seperti : Because of Thanks to As a result of Due to As a consequence of Owing to Di contoh berikutnya noun atau noun phrase akan digaris bawahi. Sebab atau cause selalu ditulis setelah frasa sebab-akibat (signal word/phase) seperti contoh di atas. Di bawah ini adalah pola yang biasa digunakan: Signal word/phrase + Cause + Effect atau Effect + Signal word/phrase + Cause Contoh: 1. Due to Bella’s nervousness, she did not pass the driving test. Karena kegugupan Bella, dia tidak lulus ujian menyetir. Signal phrase: due to Cause: Bella’s nervousness Effect: She did not pass the driving test2. He’s always late because of his gaming habits Dia selalu telat karena kebiasaan bermain game-nya. Signal phrase: Because of Cause: His gaming habits Effect : He’s always late3. As a result of the rain, we canceled the outing. Karena hujan, kita membatalkan piknik itu. Signal phrase: As a result of Cause: the rain Effect : we canceled the outing Kalimat sebab-akibat yang diikuti oleh verb Kata sebab akibat yang diikuti dengan subjek + verb atau verb phrase biasanya menggunakan kata atau frasa (signal word/phase) seperti : Because Since As For Di contoh berikutnya subjek + verb atau verb phrase akan digaris bawahi. Sebab atau cause selalu ditulis setelah frasa sebab-akibat (signal word/phase) seperti contoh di atas. Di bawah ini adalah pola yang biasa digunakan: Signal word/phrase + Cause + Effect atau Effect + Signal word/phrase + Cause Contoh: 1. Because Bella was nervous, she did not pass the driving test (Karena Bella gugup, dia tidak lulus ujian tes mengemudi.) Signal phrase: because Cause: Bella was nervous Effect: She did not pass the driving test2. He’s always late because he always stay up at night (Dia selalu telat karena dia selalu begadang) Signal phrase: Because Cause: he always stay up at night Effect : He’s always late3. The outing was canceled since it’s raining (Piknik itu dibatalkan karena hujan.) Signal phrase: since Cause: it’s raining Effect : the outing was canceledExercises!
Complete the following sentences using As, Since, Because, So, Due To, Owing To
1. We stayed inside ……………. it was raining.
a. because
b. because of
c. owing to
d. so
2. I wanted to leave early ……………. I was not enjoying the party.
a. since
b. as
c. because
d. All of the above
3. The girl stayed at home ……………… her illness.(Please select 2 correct answers)
a. because
b. due to
c. owing to
4. We were late ……………. the traffic jam.
a. because
b. because of
c. as
d. since
5. She didn’t love cats ………………. she wasn’t happy when her husband bought two kittens home.
a. as
b. so
c. since
d. because
Posted by dunia smk on Juli 22, 2020 | Label: English Materials | 0 komentar |
|
-
Pameran Buku Cerita Pop Up Berbahasa Inggris, Sebuah Umpan Munculnya Penulis, Seniman dan Illustrator Muda
Sabtu, 09 Mei 2020
Sebagai guru SMK yang biasa bergumul dengan mereka, saya tahu betul karakter anak didik saya. Pemberian tugas yang mudah dan biasa saja suka buat mereka bosan.Dalam mengajarkan Writing misalnya, sering kali tugas yang diberikan tidak ditanggapi dengan baik, dalam artian mereka mengerjakan seadanya saja. Bahkan lebih pada aksi menjiplak tulisan temannya.
Contohnya ketika diberi tugas membuat text, mereka hanya menuliskannya pada buku tugas atau kertas folio yang dikumpulkan, setelah itu hilang begitu saja. Tugas yang diberi dengan sedikit pengalaman bisa dikatakan hanya sedikit mengendap dalam pemikiran mereka. Untuk itu mereka perlu diberi sebuah tantangan.
Beberapa waktu yang lalu, saya memberi mereka tugas yang lebih berat. Saat itu kami membahas tentang materi Narrative text. Seperti kita ketahui Narrative text dikenal sebagai text yang berisi cerita rakyat atau legenda. Text ini bertujuan menghibur para pembacanya.
Jikalau saya hanya memberi mereka tugas seperti pada seniornya di tahun-tahun sebelumnya seperti yang sudah-sudah, itu terasa kurang berkesan. Oleh karena itu tantangan berupa tugas membuat buku cerita Pop-Up yang nantinya hasil karya mereka dipamerkan bisa membuat mereka explore lebih.
Buku Pop Up yang dikenal sebagai movable book atau buku bergerak selalu menarik perhatian bagi setiap pembaca di segala umur. Hal ini dikarenakan ada “kejutan” yang dinantikan di setiap halaman yaitu sebuah dimensi atau elemen yang “pop” atau muncul. Konstruksi pop tiga dimensi dibuat secara ahli dengan tingkat akurasi yang sempurna agar dimensi yang dimunculkan pas ketika dibuka atau ditutup.
Membuat sebuah pameran buku cerita Pop Up berbahasa Inggris yang ditujukan bagi siswa bukanlah hal yang mudah. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang rumit, teliti dan diperlukan ketelatenan. Apalagi jika program sekolah tersebut diaplikasikan bagi siswa SMK yang notabene mereka lebih tertarik pada bidang produktif atau kejuruan. Namun proses yang tidak mudah itulah yang menjadi sebuah tantangan bagi mereka.
Beberapa murid saya berkemampuan bahasa Inggris biasa saja, namun mereka punya passion spesial, yaitu menggambar. Terkadang passion mereka ini akhirnya menjadi kurang potensial karena kurang disalurkan. Dengan adanya pameran buku cerita Pop Up ini tampaknya menjadi hal yang tepat dimana anak yang bagus writingnya namun kurang bisa menggambar bisa berkolaborasi dengan mereka yang berbakat dalam seni menggambar.
Tahap Menulis CeritaSebelum karya mereka dipamerkan, tentunya ada prosesnya dulu. Tahap awal adalah penguasaan materi Narrative. Mereka mengulas tentang materi dalam sebuah reading comprehension, kemudian masuk dalam tahap writing.
Tahap writing ini siswa diberi tahu cara membuat textnya. Menentukan tema cerita, menuliskan karakter dalam cerita dan alur cerita yang akan ditulis. Kesemuanya dilakukan secara berpasangan, hanya 2 orang siswa perkelompoknya. Selanjutnya tulisan yang sudah jadi saya check & recheck.
Tahap Pembuatan Pop UpBuku cerita Pop Up in sangat spesial karena bentuk dan isi yang berbeda dengan buku cerita biasa. Bagi anak-anak, buku ini pasti disenangi.
Membuat buku Pop Up diperlukan ketelitian dan ketelatenan, karena konstruksi pop tiga dimensi harus sempurna agar dimensi yang dimunculkan pas ketika dibuka atau ditutup. Sebelum membuat Pop Up siswa-siswa saya ajarkan membuat V fold, atau lipatan-lipatan dalam buku itu. Karena itu saya buat contoh terlebih dahulu. Selain itu saya juga memberi mereka link video dari seniman Pop Up terkenal dunia, yang bernama Robert Sabuda. Saya pun memberikan kemudahan jika konstruksi tiga dimensi yang akan dibuat berasal dari template yang sudah ada di beberapa situs internet.
Tahap Pameran.
Dalam membuat pameran buku cerita Pop Up ini saya minta bantuan Waka Kesiswaan agar bisa dimasukkan dalam program hari Kartini. Karena itu kami bekerja sama dengan anggota osis. Sebelum pelaksanaan, para anggota osis ini yang mendesain ruangan sehingga tampak menarik datangnya para pengunjung.Tak disangka pula, karena antusias dan hasil karya yang bagus, sekolah juga memberi perhatian lebih dengan memberi reward uang bagi juara 1,2,3 juga 5 juara harapan. Hasil yang dipamerkan pun melebihi expektasi, bagus-bagus. Buku yang dibuat benar-benar handmade dengan sentuhan warna yang pas pula. Sangat sulit untuk menentukan siapa yang pantas mendapat hadiahnya.
Ada sebanyak 200 an buku Pop Up yang dibuat. Sekitar 50 buku masuk menjadi penghuni perpustakaan sekolah, sedang selebihnya kami sumbangkan di perpustakaan desa dan perpustakaan penggerak literasi.
Program pembuatan buku tersebut awalnya hanya sebagai tugas untuk pelajaran Bahasa Inggris, akhirnya mampu menjadi umpan bagi mereka. Dan dari sinilah saya bisa melihat banyak bakat muncul, dimana banyak siswa yang pendiam ternyata berbakat menjadi penulis. Ada juga yang sering kita pandang remeh karena tidak secemerlang siswa yang lain dalam bahasa Inggris, namun melihat gambar dan sapuan warna dari hasil karya mereka ada bakat besar mereka untuk menjadi seniman dan illustrator .Adalah sangat menyenangkan untuk bisa memfasilitasi anak didik kita berkarya. Dengan memberi tantangan agar
mereka lebih kreatif, memberikan ruang serta perhatian, semua itu akan berbekas untuk kehidupan masa depan mereka.
Posted by dunia smk on Mei 09, 2020 | Label: Sharing |
|
-
7 Cara Menyeimbangkan Fungsi Otak Kanan dan Kiri Agar Belajar Langsung Mengena
Minggu, 15 Desember 2019
Pernah melamun saat belajar di kelas? Pasti pernah. Tahu tidak ternyata friends, MELAMUN adalah hasil dari overloaded kelebihan beban dari otak kiri kita. Yes, seperti kita tahu kalau otak kita terdiri dari dua belahan, yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan, atau yang sering kita kenal dengan otak kiri dan otak kanan, ya. Then, saat otak kiri dominan bekerja mulai dari mendengarkan guru, menulis/mencatat, berpikir tentang yang guru sampaikan, serta berdiskusi, sedang otak kanan tidak dipakai alias menganggur, si otak kanan jadi ‘iri’ dan ‘ikut-ikutan’ menyeimbangkan diri dengan partnernya itu (otak kiri) dengan melakukan kegiatan. Dan kegiatan yang paling mudah dilakukan adalah MELAMUN.Well Friends, for your information ya, otak kanan kita itu suka hal-hal yang berkaitan dengan gambar, warna, seni/musik, emosi serta khayalan. Itulah yang membuat kita jadi berimajinasi atau melamun. Melamun tentang apa saja yang pernah kita alami ataupun berkhayal yang tervisualisasi dalam otak kita.Selain melamun, ‘menganggurnya’ otak kanan juga mengakibatkan usaha kita belajar keras, namun hasilnya minim. Mulai dari susah berkonsentrasi, tidak kreatif, susah memahami pelajaran, serta meski belajar namun mudah lupa.Nih, Untuk lebih jelasnya ketahui apa yang otak kiri dan otak kanan suka.Otak Kiri- Suka bahasa- Angka- Analisa- Logika- Urutan- HitunganOtak Kanan- Kreativitas- Konseptual/pemahaman- Seni/musik- Gambar/ warna- Dimensi- Emosi- ImajinasiNah setelah mengetahui apa kesukaan si Otak Kiri dan Otak Kanan, lalu bagaimana menyeimbangkannya agar efektif dalam belajar?Tentunya beberapa kesukaan masing-masing otak seharusnya kita terapkan dalam proses belajar kita. Beberapa tips berikut bisa dicoba!1. -- Belajar lewat buku-buku yang banyak ilustrasi gambarnya (bisa lewat educomic)2. -- Menggunakan highlighter (pulpen warna) dengan menggarisbawahi catatan-catatn penting dari buku cetak atau catatan dalam buku tulis3. --- Memvisualisaikan apa yang sedang dipelajari (menggambarkannya dalam otak kita)4. --- Lagukan apa yang dipelajari. Ingat pernah belajar lewat lagu seperti saat kita masih di TK.5. --- Menuliskan kembali apa yang dipelajari disertai dengan ungkapan emosi atau gambarkan emoji dalam catatan tersebut.6. --- Belajar menggunakan mind map.7. --- Menulislah di udara. Cara ini bisa dipakai saat kesulitan mengiungat penulisan ejaan tertentu misalnya ejaan bahasa InggrisMeski sederhana 7 tips di atas jika kita menerapkannya dengan baik serta niat yang tulus belajar dengan hati. InsyaAllah tidak sulit bagi kita untuk belajar lebih efektif dan mendapatkan hasil yang lebih baik pula. Mau mencoba?Posted by dunia smk on Desember 15, 2019 | Label: Sharing | 26 komentar |
|













